Empu Pisau Asli Indonesia

      Comments Off on Empu Pisau Asli Indonesia

empu

Mesin Las – Hawa panas segera menikam kulit ketika berada di depan pintu garasi yang disulap jadi bengkel kerja pembuatan pisau milik Cornelius Rusandhy. Embusan angin dari kipas ukuran besar malah tidak kuasa menghalau panasnya hawa dari tungku pembakaran.

“Dipanaskan hingga sekitar 800 derajat Celsius,” ujar Cornelius sambil memasukkan sebilah lempeng baja dalam tungku yang dioperasikan mengaplikasikan elpiji hal yang demikian. Sesudah sebagian menit dibakar, lempeng baja itu diambil Cornelius dengan jepitan besi panjang. Baja yang membara hal yang demikian lalu diletakkan di atas paron dalam keadaan masih dijepit untuk ditempa.

 

Berapa malah harga yang diatur, jikalau telah merasa layak, kolektor ini berani bayar.”

Cornelius Rusandhy, pembuat pisau di Jakarta

Kecintaannya kepada pisau makin menjadi-jadi ketika berprofesi di pertambangan. Kali ini ia tidak puas cuma mengoleksi pisau. Cornelius mencoba membikin pisau sendiri. “Gunakan teknik stock removal dengan bahan baja per kendaraan beroda empat,” ujar Cornelius. “Bikin pisau sekedarnya gunakan gerinda tangan dan asal tajam saja. Aku tidak tahu semestinya gunakan cara kerja heat treatment.”

 

Bermacam menempa lempeng baja yang baru keluar dari tungku pembakaran

Umpamanya jenis teori didapatkannya pada pekan pertama, mulai ilmu metalurgi hingga metalografi. \\\”Kita dapat tahu penerapan baja yang ideal untuk fungsi tertentu. Kekerasannya seperti apa. Kita semestinya tahu apa yang terjadi dalam baja saat dipanaskan. Seluruh jikalau orang lazim memanaskan baja sekedar panas. Bagi yang mengerti ilmu metalurgi, akan tahu temperatur berapa baja hal yang demikian diangkat, lalu temperatur berapa baja itu semestinya ditempa dan kapan stop menempa.”

Faktor pisau Batempol (baja tempa berpola) atau pisau berpamor yang dijadikan Cornelius

Harga sebilah pisau, berdasarkan Cornelius, bertumpu pada sebagian elemen, di antaranya bahan baku. Reputasi pembuatnya juga ikut serta memberi pengaruh harga. “Kolektor lazimnya juga punya fanatisme pada pembuat pisau tertentu,\\\” ujarnya. “Berapa malah harga yang diatur, jikalau telah merasa layak, kolektor ini berani bayar.” Tak penentu lainnya soal jam kerja yang diperlukan. Makin susah dan kompleks permintaan, tentu butuh waktu lebih lama untuk membuatnya. “Ada pisau yang penyelesaiannya butuh waktu hingga berbulan-bulan.”

Pisau yang progresnya memakan waktu panjang lazimnya mempunyai kerumitan tertentu, seperti pisau dengan pamor. Pola pamor hal yang demikian, kata Cornelius, tak sembarangan diperoleh. “Dari permulaan kita telah semestinya rencanakan polanya. Sebab asal tumbuk-tumbuk saja,” ujarnya.

 

 

Baca Juga : Harga Bor Bosch