Bahasa Internasional Inggris Kemungkinan Dihapus

      Comments Off on Bahasa Internasional Inggris Kemungkinan Dihapus

Pembahasan kurikulum baru menjelang babak baru yaitu mata pembelajaran Bahasa Inggris akan dihapus dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), lebih-lebih kelas 1 sampai kelas 3.

Wakil Menteri Pengajaran dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pengajaran Musliar Kasim mengatakan, alasan utama menghapus Bahasa Inggris dari kurikulum tingkatan SD yakni sebab di tingkat sekolah paling dasar si kecil-si kecil memerlukan pelajaran Bahasa Indonesia yang belum tentu mereka lafazkan huruf-hurufnya dengan bagus dan begitupula apa arti filosofis dibelakangnya.

Ia mengaku kasihan bila siswa siswi yang masih di bawah usia ini dibebani mata pembelajaran Bahasa Inggris sebab muatan pembelajaran mereka akan kian berat. “Bahasa Inggris itu selama enam bulan saja ia dapat paham. Kecil TK saja dipaksa ikut serta les Bahasa Inggris, apabila bahasa kasarnya itu haram sekali peraturannya. Kasihan si kecil-si kecil,” jelasya berakhir Kerja Aktivitas TOT Pembangunan Karakter Bangsa pada Guru dan Kepala Sekolah via Kebudayaan di Jakarta, Rabu (10/10/2012).

Eks Rektor Universitas Andalas (Unand) Padang ini menambahkan, kebijakan peniadaan Bahasa Inggris ini akan menjadi harus di sekolah negeri. Malahan Sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang 80 persen progres pendidikan segala mata pelajarannya menggunakan Bahasa Inggris wajib mencontoh kurikulum yang baru ini.

Eks Irjen Kemendikbud menambahkan, pembahasan kurikulum baru ini masih berjalan dan ditargetkan selesai akhir tahun. Info yang berkembang para spesialis yang tergabung dalam regu penyusun mengusulkan penyederhanaan mata pembelajaran di SD cuma menjadi enam mata pembelajaran saja. Musliar menceritakan, keenam pembelajaran itu yakni Agama, Pengajaran Kewarganegaraan, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni dan Istiadat serta Pengajaran Fisik dan Kesehatan.

Apabila sebelumnya mata pembelajaran IPA-IPS akan dilebur menjadi Ilmu Pengetahuan karenanya Musliar menceritakan kedua mata pembelajaran itu akan konsisten ada tetapi tak menjadi satu mata pembelajaran akan tapi diintegrasikan ke enam mata pembelajaran yang menjadi mata pembelajaran harus hal yang demikian. “Jadi seperti di Bahasa Indonesia, pelajar dapat mempelajari halilintar atau hujan sambil belajar membaca. Jadi IPA akan menjadi pelopor atau motor bagi mata pembelajaran lain,” lugasnya.

Musliar menambahkan, kementerian dan para spesialis telah menyepakati kelas satu, dua dan tiga di tahun ajaran baru 2013-2014 telah akan menggunakan kurikulum baru. Tapi keduanya masih berpolemik perlukah kelas empat, lima dan enam juga menggunakan kebijakan yang sama mengingat siswa di kelas ini telah besar. “Ini sedang dibicarakan, yang disepakati kelas 1 hingga 3 sirna, yang belum itu kelas 4 hingga 6. Banyak spesialis yang katakan hilangkan saja di segala tingkatan, ada yang beranggapan bila tak diintegrasikan per tingkatan akan susah,” ujar Musliar.

 

 

Info Lengkap : http://www.ichthusschool.com/