Membangun Nasionalisme di Era Komputerisasi

      Comments Off on Membangun Nasionalisme di Era Komputerisasi

Kemajuan kencang teknologi komputerisasi dikala ini di semua negara-negara di dunia membawa beraneka pengaruh perubahan. Situasi hal yang demikian juga berlaku untuk Indonesia yang sekarang sedang mempersiapkan sebagai negara ekonomi komputerisasi.

Staf Pakar Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi menerangkan, ada dua aspek perubahan yang menjadi perhatian dari kemajuan teknologi komputerisasi di Tanah Air.

Gun Gun menceritakan, aspek pertama merupakan ketersediaan serta fasilitas infrastruktur teknologi kabar dan komunikasi (TIK). Kemudian aspek yang kedua, menyoal mutu sumber kekuatan manusia (SDM).

“Pemerintah Indonesia sekarang sudah memberikan fasilitas jalan masuk dunia maya di semua Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan pikir masyarakat menjadi lebih bagus,” ujar Gun Gun pada rencana kuliah biasa di kampus UGM, Yogyakarta, Kamis 6 Desember 2018 yang bertema Nasionalisme di Era Komputerisasi.

Gun Gun mengucapkan, dengan kemajuan teknologi komputerisasi sekarang karenanya diinginkan semua masyarakat bisa mengikuti keadaan dan meningkatkan kapasitas diri guna memanfaatkannya secara positif.

Gun Gun menceritakan, transformasi era komputerisasi juga terjadi di bidang pengajaran, tradisi, dan sosial.

Sebagai kabar, guna mendorong pemerataan jalan masuk dunia maya di semua Indonesia, terutamanya di tempat 3T (Depan, Terluar, Ketinggalan), pemerintah sudah menjalankan pembangunan proyek infrastruktur Palapa Ring yang menjangkau kawasan barat, timur, tengah.

Sementara itu, Rektor UGM Panut Mulyono menuturkan, dibutuhkan kesadaran bersama untuk terus mempertahankan serta makin meningkatkan rasa nasionalisme di era teknologi komputerisasi.

“Penanaman nasionalisme dalam dunia komputerisasi dikala ini menjadi tantangan yang lebih besar. Kita tahu Indonesia negara besar dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa. Generasi muda salah satu yang merasakan bonus demografi karena sekitar 50 persen penduduk Indonesia merupakan generasi muda, hal ini yaitu potensi yang bagus,” sebut Mulyono

Mulyono mengukur, tantangan lain di era teknologi komputerisasi dikala ini merupakan membangun tradisi literasi komputerisasi guna memproteksi generasi muda dari pemanfaatan dunia maya untuk kesibukan negatif.

Dengan demikian itu, Mulyono menganggap, generasi muda Indonesia akan menjadi komponen dari penentu perkembangan negara Indonesia ke depannya.

Kuliah biasa di UGM bertema Nasionalisme di Era Komputerisasi dicontoh oleh sekitar seribuan mahasiswa. Pembicara lainnya ikut hadir pada kuliah biasa adalah Head of Community Bukalapak MS Fikri, President Director Gamatechno Indonesia M Aditya Bijak Nugraha dan CEO Qiscus Evan Purnama.