Pemuda untuk Kemajuan Bangsa, Ini yang Patut Diamati

      Comments Off on Pemuda untuk Kemajuan Bangsa, Ini yang Patut Diamati

Saat mengobrol seputar pemuda, terdapat sebuah kalimat yang cukup menempel pada pemuda, ialah “masa depan suatu bangsa ada di tangan pemudanya.” Karena, pemuda yang berada pada bentang umur 16-30 tahun termasuk klasifikasi umur produktif. Pada ketika hal yang demikian, seseorang bisa menjalankan dan mencoba banyak hal.

Termasuk memberikan kontribusi untuk memajukan bangsa. Malah Presiden Soekarno telah semenjak dahulu mengakui kesanggupan pemuda untuk membangun bangsa. Dalam salah satu pidatonya Soekarno pernah berkata.

“Kasih saya 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Kasih saya 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kalimat Soekarno hal yang demikian membuktikan seberapa besar perubahan yang cakap dibawa oleh pemuda. Sekiranya 10 pemuda saja bisa mengguncang dunia, bayangkan jikalau semua pemuda Indonesia bersatu dan berprofesi sama membangun Indonesia. Niscaya, masa depan cemerlang ada di tangan bangsa ini.

Tak cuma Soekarno, Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla malahan mengakui hal senada. Jusuf Kalla mengatakan, pemuda yakni tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Karena, generasi muda mempunyai kesanggupan berinovasi dan berkreativitas untuk mengoptimalkan ekonomi bangsanya. Untuk itu, pembangunan dan peningkatan kwalitas pemuda Indonesia wajib menjadi prioritas pemerintah.

Mengingat, kemajuan serta masa depan bangsa ada di tangan pemuda. Berdasarkan Sekertaris Utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Gellwyn Daniel Hamzah, peningkatan kwalitas pemuda wajib dijalankan dari berjenis-jenis sisi, bagus dari sisi pengajaran, keterampilan, ataupun karakter. Apalagi, ketika ini Indonesia tengah bersiap menyambut bonus demografi pada 2030 akan datang. Untuk itu, keterlibatan pemuda menjadi betul-betul penting.

Pemuda tak cuma ditempatkan sebagai penerima manfaat dari suatu pembangunan, namun juga wajib terlibat sebagai pengendali dalam pelaksanaan pengambilan keputusan yang akan berimbas bagi pengembangan Indonesia yang kelak akan dipimpin para pemuda. Membangun pemuda Untuk mengenal sejauh mana keberhasilan pembangunan generasi muda di Indonesia, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Bappenas meluncurkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2017.

Kelima domain hal yang demikian yakni pengajaran, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan dan kans kerja, pastisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi. Dari kelima domain hal yang demikian pengajaran menerima poin tertinggi. Penyebabnya yakni tingkat partisipasi pengajaran menengah yang relatif tinggi, adalah lebih dari 85 persen. Meski namun, jikalau dipandang angka partisipasi pemuda dalam pengajaran tinggi masih rendah, baru 21-23 persen.