Category Archives: Pendidikan

Siswa Kurang “Trampil” Tidak Bisa Di Sekolah Unggulan?

Ada dua kata problematik dalam judul tulisan aku. Pertama kata ” piawai”. Aku termasuk tak sependapat dengan pengertian piawai yang diyakini kebanyakan orang (baca : ayah dan bunda siswa). Biasanya piawai cuma diistilahkan tingginya kesanggupan kognitif. Misal, disamakan dengan tingginya skor-skor pembelajaran sekolah. Lebih spesifik lagi piawai disamakan dengan skor pembelajaran sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA) tinggi. Jadi, kampiun dunia atletik lari 100 meter Muhammad Zohri mungkin tak dianggap piawai oleh kebanyakan orang. – st monica school jakarta read more

Sekolah Mahal dan Prestise Ayah Ibu

school

Merasakan pengajaran berkualitas tentu menjadi dambaan tiap-tiap pelajar, termasuk bagi ayah dan ibu siswa. Sayangnya, tidak seluruh fasilitas penunjang pengajaran di tiap-tiap sekolah sama. Ada yang fasilitasnya betul-betul sempurna, tapi tidak sedikit sekolah yang bagus dari segi bangunan ataupun infrastrukturnya belum memadai.

Telah menjadi rahasia awam jikalau sekolah dengan bermacam-macam fasilitas lazimnya mematok donasi pembinaan pengajaran (SPP) yang mahal. Hal hal yang demikian membikin siswa yang sekolah di sana berasal dari kalangan menengah ke atas. read more

Bahasa Internasional Inggris Kemungkinan Dihapus

Pembahasan kurikulum baru menjelang babak baru yaitu mata pembelajaran Bahasa Inggris akan dihapus dari tingkatan Sekolah Dasar (SD), lebih-lebih kelas 1 sampai kelas 3.

Wakil Menteri Pengajaran dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pengajaran Musliar Kasim mengatakan, alasan utama menghapus Bahasa Inggris dari kurikulum tingkatan SD yakni sebab di tingkat sekolah paling dasar si kecil-si kecil memerlukan pelajaran Bahasa Indonesia yang belum tentu mereka lafazkan huruf-hurufnya dengan bagus dan begitupula apa arti filosofis dibelakangnya. read more

Fungsi Institusi Pengajaran dalam Cara Pendidikan

fungsi lembaga pendidikan

International Schools In Jakarta – Indonesia mempunyai sekira 3.500 perguruan tinggi, bagus negeri ataupun swasta. Di mana para calon sarjana yang akan lulus, wajib berjuang untuk mendapatkan profesi, ditambah lagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), membikin mereka wajib berjuang untuk memperebutkan lapangan profesi nantinya.

Hal ini akan menjadi tantangan sekalian mimpi buruk bagi Indonesia, apabila institusi pengajaran sendiri tak mempersiapkan para lulusannya untuk cakap menghadapi kompetisi dengan negara ASEAN lainnya. Apalagi perguruan tinggi ketika ini cuma sekedar memberi ijazah semata tanpa memandang kompetensi yang wajib dimilik buah hati ajar mereka. read more